Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ragam Kecerdasan Anak

15 Comments

  • Trackback: Reveiw Buku “Bunda Sarjana Rumah Tangga” – Laila Dzuhria
  • Reyne Raea
    Posted November 30, 2021 at 2:33 pm

    Bener ya, anak di bawah 7 tahun itu memang waktunya untuk dipahami perasaannya, dan ortu juga bisa punya peranan untuk mengajari anak-anak mengenal peraasaannya sendiri, biar ga tumbuh jadi anak yang nggak punya prinsip hehehe

    • Post Author
      Laila Dzuhria
      Posted November 30, 2021 at 6:39 pm

      Benar mbak, yg ptg adalah pusat perasaannya dulu dikembangkan, nanti kecerdasannya akan mengiringi kok.

  • Dennise
    Posted November 30, 2021 at 4:04 pm

    Terharu membaca tulisan mbak Laila. Seperti cerita Kak Seto, anak yang merasa lelah karena selalu disuruh untuk terus berprestasi sementara dunianya anak adalah kebebasan, terutama dalam bermain. Peluk cinta untuk Omar mbak, si anak pintar

    • Post Author
      Laila Dzuhria
      Posted November 30, 2021 at 6:38 pm

      Peluk untuk tante Denniese.. Terkadang org berpikir baca tulis, anak udh pintar. Padahal msh byk ragam kecerdasan anak, tidak hanya itu. Sabtu aku mau seminar ragam kecerdasan anak, insyaallah aku ulas ya Mbak.

  • Nanik Nara
    Posted November 30, 2021 at 7:59 pm

    AAmiin… semoga kita dimampukan menjadi orang tua bijaksana. Yang mampu memandang adanya kecerdasan majemuk pada anak-anak, bukan sebatas nilai, piagam ataupun piala.

    Saya kalau ada mengomentari anak-anak, saya senyumi aja mbak. Capek juga kalau berulangkali kasih penjelasan.

  • Moch. Ferry
    Posted November 30, 2021 at 11:19 pm

    Setiap anak memiliki keragaman, tidaknpas jika membandungkan anak. Munculkan bonding anak dan orangtua. Keren

  • Maria G
    Posted December 1, 2021 at 12:13 am

    setuju banget, penting banget life skill

    karena tidak selamanya kita memproteksi anak

    Ibu Elly Risman, salah satu psikolog yang selalu yang menekankan adversity quotient ini

    dan saya setuju banget

  • uchi
    Posted December 1, 2021 at 5:56 am

    Anakku 2 yang gede cew secara akademis bisa diandalkan. Adeknya cow sec akademis masih kurang. Tapi beda keduanya di empati. Adeknya jauuuh lebih empati, dewasa dan ngalah-an.

    Jadi utk anak yang lahir dari rahim yang sama pun bisa beda jauh karakternya apalagi beda rahim.

    Persamaannya mereka punya hobi masing2 yang harus didukung penuh selama itu positip.

    Setuju… ga boleh membanding2kan mereka Krn semua anak itu unik

    • Post Author
      Laila Dzuhria
      Posted December 1, 2021 at 6:49 am

      Nah uya anak2ku cowo akademisnya biasa saja. Tp ini dibandingin sm abak org, cewe pula. Ealah. Ya jls beda atuh.. otak cw co aja beda ya mbak.

  • Wahid Priyono
    Posted December 1, 2021 at 8:07 am

    Aku setuju kak kalo anak-anak kita itu unik dan berbeda dengan anak yang laen. Jadi jangan pernah membanding2kan mereka, takutnya nanti berkecil hati. Biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai passionnya. Dan ortu tugasnya hanya membimbing dan mengarahkan hobi/minat mereka.

  • Ririn Wandes Melalak Cantik
    Posted December 1, 2021 at 11:25 am

    Jangan sampai deh para orang tua membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain ya apalagi kalo emang lebih unggul. Nantinya justru anak minder sih makanya harus punya mindset juga bahwa semua anak itu memiliki kecerdasan spesial masing-masing.

  • Sandra Hamidah
    Posted December 1, 2021 at 1:37 pm

    Terharu baca kisah Omar, kisah kak Seto dan closing statement nya ngingetin juga sama drakor sky castle dimana kita ga boleh maksa anak, makasih reminder nya bun

  • Shovya
    Posted December 1, 2021 at 2:27 pm

    Betul, harusnya konsep dasar bahwa tidak boleh membandingkan kemampuan anak yang satu dengan yang lain itu harus diketahui semua orang tua. Dan Omar ini sepertinya memiliki perasaan yang pure dan peka, love banget.

    Aku setuju banget untuk membiarkan anak memilih cita-cita apa yang dia inginkan, tugas orang tua adalah mendukung dan mengarahkan ❤️

  • Tanti Amelia
    Posted December 1, 2021 at 2:51 pm

    Maasyaaa Allaah
    Aku selalu terharu dengan Omar dan kedewasaan dan kemandiriannya, lembut dan penyayang, persis abang Dio dulu yang selalu dibully, diremehkan

    aku selalu bilang, ke semua anak
    nilai akademis ga terlalu penting buat mama, karena yang penting itu karya dan bisa, dan terbukti sekarang abang Dio udah punya buku buku dan blog, udah bisa jadi ketua ekskul akustik, Allah selalu adil pada semua ummatNYA

Leave a comment

Laila Dzuhria © 2022. All Rights Reserved. Design by Solusi Desain Web

Sign Up to Our Newsletter

Be the first to know the latest updates

[yikes-mailchimp form="1"]