Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengajarkan Anak Menyelesaikan Masalah Tanpa Kekerasan

22 Comments

  • ameliatanti
    Posted May 9, 2021 at 4:06 pm

    Astaghfirullaaaah .. kok gitu ya jawabannya? Omar diajarkan “lebih kuat ” maksudnya apaaa?
    Kan itu berarti sama dengan bilang, ya harusnya Omar hajar lagi balik, gitu?

    Untuuung aja ada bunda Laila yang melihat dari sudut parenting yang lebih benar. Semoga Omar dan Tsabit besar menjadi anak anak yang luaaar biasaaaa … karena punya orangtua yang tak kalah luar biasaaaa

    peluuuk Omar

    • lailadzuhria
      Posted May 9, 2021 at 6:13 pm

      Aamiin Mbak… iya ya smg pengasuhan kita bisa membesarkan anak-anak kita nanti. Membesarkan bukan hanya tubuh, mksd di sini adalah membesarkan jiwanya, dan pribadi yang baik, bermanfaat bagi lingkungan. Aamiin.

    • Dian
      Posted May 10, 2021 at 6:04 am

      ih aku bacanya ikuta kesal mbak, kenapa respon pemiliki tpq seperti itu
      aku klo sudah menimbulkan luka fisik, aku ikut campur mbak
      aku datangin orang tua si anak, meminta mereka lebih mendidik anaknya biar h melakukan kekerasan

      • lailadzuhria
        Posted May 10, 2021 at 9:56 am

        Iya mbak. Tp aku memilih mengalah. Entah knp org2 d perumahanku msh kurang tepat pengasuhannya kyknya. Dn klo melihat aku, kyk gmn gt. Anknya main k rmhku aja, dipanggil suruh pulang. 😀

  • Rhoshandha
    Posted May 9, 2021 at 8:59 pm

    iya mbak, soal komunikasi
    apalagi si kecil itu belum banyak tahu
    jadi harus diajarin dulu
    kalau gak diajak ngomong, ya dia gak tau

  • Rhoshandhayani
    Posted May 9, 2021 at 10:25 pm

    Iya mbak, kuncinya komunikasi
    Soalnya si kecil kadang belum tau ekspresi apa ini namanya, bolehkah kayak gitu, Solusinya apa, dll jadi diajarinn pelan2
    Kalau bukan kita yg ngasih tau, ya siapa lagi

    • lailadzuhria
      Posted May 9, 2021 at 10:30 pm

      Bener bgt mbakk..

  • lksaalmunawaroh
    Posted May 10, 2021 at 5:09 am

    Parenting menghindari kekerasan pada anak membuat pembelajaran bagi keluarga lain anak memiliki hak tumbuh kembang agar kreatifitas dan kelekatan menjadi tumbuh anak dengan orang tua.

  • Maria Soemitro
    Posted May 10, 2021 at 7:01 am

    hihihi ikut emosi bacanya mbak
    kalo saya jadi mbak Laila mungkin akan marah
    tapi nggak akan marahin Dodit karena percuma
    attitude anak merupakan perwakilan ortunya
    lihat aja sikap ibunya yang bilang :
    Dodit itu nggak akan mukul kalau nggak dimulai duluan.

    nyebelin banget …… 😀 😀

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 9:57 am

      Bener mbak. Sebel bgt kan? Dg bangganya cerita klo ada si a ngambil mainannya, dia lgs mukul. Aduhh plis deh g kyk gt x.

  • @nurulrahma
    Posted May 10, 2021 at 7:34 am

    Mungkin orang tuanya tidak terbiasa membaca perasaan dan gerak tubuh anak. Ditambah tidak terbiasa menyalurkan emosinya.

    Sehingga anak bingung, apa yang aku rasakan? Aku harus bagaimana dengan perasaanku?

    Ini yg harus jadi atensi parents ya Mba
    Karena kadang kita abai dan menganggap remeh masalah ini.
    padahal, ini krusial banget, utk tumbuh kembang anak, dan untuk masa depannya juga.

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 10:00 am

      Bener. Byk ortu hanya mikir akademis doang. Misalnya, Ank dr 3 th disekolahin. Tp kmn2 make baju g sopan. Ada jg bicaranya g sopan. Pdhl atitude itu nomor 1.

  • Dian Restu Agustina
    Posted May 10, 2021 at 10:25 am

    Mbak terima kasih ulasannya tentang mengajarkan anak menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Benerna penting ini dijarkan sejak dini. Hingga saat dewasa nanti anak mampu kontrol emosi dan bukan menjadikan kekerasan sebuah solusi

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 12:31 pm

      Sama2 mbakk.. smg bermanfaat ya tulisan 2ku.

  • Nara
    Posted May 10, 2021 at 11:59 am

    Mbak Laila sabar banget ya ngadepin ibunya Dodit pas dia bilang ada di tempat kejadiaan dan malah menyalahkan Omar. Saya yang baca aja jadi ikutan gemes lho

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 12:30 pm

      Hehehe alhamdulillah mbak dikasih stock sabar sm allah, untuk hadapi org spt itu. Aku sj kaget. Tp, yasudahlah slm org ngerasa benar terus akan percuma jika diberikan masukan. Bukan begitu?

  • annienugraha
    Posted May 10, 2021 at 12:45 pm

    Banyak banget kesimpulan tentang masalah pengasuhan dari artikel di atas. Mulai dari orang tua, lingkungan dan pribadi anak itu sendiri. Semua saling terkait dan memberikan efek satu sama lain. Dari contoh kecil begini aja, kita menyadari bahwa pendidikan akhlak harus dimulai sedari kecil. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh si anak tapi juga kepada orang-orang yang berada di kekelilingnya.

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 12:50 pm

      Benar mbakk

  • fennibungsu
    Posted May 10, 2021 at 3:20 pm

    Dari sisi si pengajarnya seharusnya kedua anak sama-sama ditanya baik-baik, dengarkan penceritaan mereka, agar kedepannya tidak terulang lagi dan mau saling terbuka bicara. Sebab kejadiannya kan di sana, bukan di rumah atau di jalan raya kan

    • lailadzuhria
      Posted May 10, 2021 at 3:33 pm

      Bnr mbak. Shrsnya jd tg jwb tenaga pendidik.

  • elva susanti
    Posted May 11, 2021 at 10:40 am

    Penting banget bagi para orangtua utk mengajarkan ke anak2nya bagaimana cara mengelola emosi yg baik. Dan, kedua anak hendaknya sama2 ditanya ya apa permasalahnnya.

  • Uchy Sudhanto
    Posted May 22, 2021 at 6:10 am

    aku gemes sama ibunya Dodit dan pemilik TPQ nya.. susah memang cari orang yang sefrekuensi dalam hal pendidikan anak. masih banyak rng dewasa yang abai masalah ini malah menganggap sepele. Kasihan kalau terbawa sampai dewasa

Leave a comment

Laila Dzuhria © 2021. All Rights Reserved. Design by Solusi Desain Web

Sign Up to Our Newsletter

Be the first to know the latest updates

[yikes-mailchimp form="1"]